21.11.2009 15:40:12 WIB
KOSONG
Aku sudah mampu menorehkan tulisan di kertas ini
Dengan cerita terindah bersamamu
Kepercayaan dan cinta kasih
Mungkin aku bukan dewi yang sempurna
Banyak kurang yang tercipta
Di antara kita berdua
Wajar kiranya bila kini kau mulai jauh melangkah
Meninggalkan aku dan segenap cinta kasihku
Sekarang aku hanya mampu termenung
Melihat lembar yang pernah terisi olehmu
Ada tangisku disana
Ada tawaku pula disana
Kini mungkin lembar itu akan kembali kosong
Entah untuk berapa lama
PERSAHABATAN
Sejatinya persahabatan itu tak lekang oleh waktu
Waktu boleh berlalu..Musim dapat berganti
Aku kamu dan semua tetap seperti dulu
Menyapa ramah disaat bahagia
Tertawa lepas di saat duka
Aku ingin menjadi tali dari untaian butir dirimu sahabat
Aku akan merangkai setiap indah lakumu
Cerita kita di masa yang lalu
Bermain bertelanjang kaki
Semua akan kurangkai dan akan kuikat kuat di hatiku
Sejatinya persahabatan itu tak akan pernah pupus
Dia akan merayap ke aliran tubuhmu
Dikala sahabat bersusah hati hibur dia dengan candamu
Disaat sahabat bergembira tetap hadirkan senyum terindahmu
Sahabat itu ibarat rangkaian alfhabet
Takkan ada A bila tak ada B
Begitu seterusnya..
Sahabat aku hanya bisa memberi do'a dan senyumku
Aku yakinkan dalam hatimu
Aku selalu mengingat masa indah kita dulu..
-dEdicaTed 2 aLL my pReN..-
BADAI
Malam itu angin berhembus seperti biasanya
Hawa sejuk liukan daun mengikutinya
Aku berdiri tepat di pusaran angin itu
Sejenak ragaku terombang ambing
Pikiranku berserakan tak karuan
Bila harus memilih aku ingin keluar dari pusaran itu
Mungkin dengan melompat atau langsung berlari
3/4 dari tenagaku telah habis kupakai
Hanya untuk memutuskan keluar dari pusaran yang makin menghimpitku
Bagian tubuhku merasakan getaran sepotong jiwa
Dimana banyak kenangan yang akan kutinggalkan di pusaran itu
Aku tahu pusaran itu akan terus menelanku
Ragaku..Jiwaku..dan yang tertinggal hanyalah namaku
Namun aku tak mau meninggalkan banyak kenangan
Aku tetap ingin merasakan hembusan angin dingin
Walau terkadang aku tak pernah tahu angin itu kan menjadi badai
Aku percaya kalau aku mengikuti hembusan angin itu dengan segenap hatiku
Sang badai akan terganti dengan sang surya
Sang surya akan menyinari kegelapan hati
Hati akan membawaku kembali padanya
Dan kepadanya sampai mati kan kuberikan satu cinta sejati
Dan cinta sejati tidak akan pernah mati..
-25102007-
* Penulis kelahiran Palembang, 29 April 1979
