Sastra

Angin Bagimu, Peluk Aku

coba

21.12.2011 04:00:55 WIB

Sajak T. WIJAYA

Jika musim panas terlalu panjang, jangan lari dari kamarmu. Kenanglah dan peluk aku yang telah menjadi angin. Angin yang kujanjikan saat menyentuh rambutmu di ujung pelarian itu. Pelarian yang selalu kusesali.

Hanya angin bagimu, meskipun itu tak mampu mengembalikanmu. Yang selalu percaya, aku mampu berperahu, menemukan ibu, yang menunggu di tangga rumah.

Jika anak-anakmu bertanya cinta. Petiklah sebuah daun, biarkanlah terbang dibawa angin. Menuju pelarian yang selalu kusesali. Hanya angin bagimu, peluk aku.

2011

Foto: fortheloveofwomen.tumblr.com

Komentar


Berita Terkait