Budaya

Kerusakan Arca di Pasemah Tanggungjawab Belanda

coba

05.01.2012 23:44:50 WIB

Oleh Putra Kurusetra

PULUHAN artefak peninggalan Tradisi Megalitikum Bukitbarisan Pasemah, Sumatera Selatan, mengalami kerusakan. Kerusakan ini diperkirakan terjadi pada masa Kolonial Belanda. Pemerintah Indonesia pun didesak menuntut tanggung jawab pemerintah Belanda.

“Misalnya banyak arca yang kepalanya hilang. Berdasarkan informasi dari warga setempat, arca yang kehilangan kepala itu oleh ulah pemerintah kolonial Belanda di masa lalu, yang akan melakukan pemindahan benda-benda bersejarah tersebut,” kata Sutrisman Dinah, kepala Ekspedisi Megalitikum Sripo, Kamis (05/01/2012).

“Dugaan sementara ini harus diproses pemerintah Indonesia, dan sebaiknya mempertanyakan tanggung jawab pemerintah Belanda terhadap kerusakan tersebut,” kata Sutrisman.

Ekspedisi tersebut sendiri berlangsung dari tanggal 25 Desember 2011-01 Januari 2012 yang lalu. Dalam ekspedisi yang melibatkan tujuh penjelajah ini, menyusuri peninggalan artefak di Lahat sebanyak 17 titik, dan 15 titik di Pagaralam.

Selain arca, artefak dari Tradisi Megalitikum Bukitbarisan Pasemah berupa batu betulis, dolmen, menhir, dan rumah batu.

Sutrisman Dinah, merupakan seorang aktifis lingkungan hidup dan pekerja budaya. Beberapa tahun lalu, bersama organisasi pecinta alam Wiqwam Universitas Sriwijaya melakukan Ekspedisi Sungai Musi, Ekspedisi Rimba Candi, Ekspedisi Gunung Sebelat, serta Ekspedisi Sriwijaya.

Komentar


Berita Terkait