Lingkungan Hidup

Memburu Ikan Hingga Tewas Tersengat Listrik

coba

16.03.2010 12:47:32 WIB

Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA

SAAT ini, sebagian besar warga Palembang yang menetap di sekitar rawa-rawa dan sungai sibuk mencari ikan. Misalnya dengan cara menjaring, menjala, memancing, melebung, meracuni ikan, serta menyetrum, meskipun cara terakhir ini dapat merengggut nyawa.

Rizal (39), seorang warga Pasundan, Kecamatan Kalidoni, Palembang, tewas tersengat listrik di dalam kolam di belakang rumahnya, Senin (15/03/2010) kemarin. Diduga saat mengambil ikan menggunakan serok yang dialiri listrik dari rumahnya, Rizal terpleset dan terjatuh ke dalam kolamnya. Serok yang beraliran listrik itu turut terjatuh bersamanya ke dalam kolam.Saat ditemukan jasad Rizal membiru, dan darah segar keluar dari lubang hidungnya.

Sehari-hari, di waktu senggang, Rizal dikenal memang senang mencari ikan. Pedagang manisan di pasar Lemabang ini paling suka memancing ikan sepat Siam.

Sebagai catatan, hampir setiap tahun ada warga Palembang yang tewas terkena sengatan listrik saat mencari ikan dengan cara menyetrum. Anehnya, hal ini tidak membuat jera para pencari ikan, termasuk pula dengan Rizal yang sebenarnya mencari ikan merupakan hobi atau bukan sebagai sumber pendapatannya.

Selain dengan cara menyetrum, memancing, menjaring, dan menjala, memasuki musim pancaroba ini, warga Palembang mencari ikan dengan cara melebung rawa, anak sungai atau kolam, serta dengan meracuni ikan.

Ikan-ikan yang didapat umumnya ikan sepat Matamarah, sepat Siam, Betok, Gabus, dan Toman.

Beberapa kawasan yang saat ini banyak diburu warga buat mendapatkan ikan, misalnya di kawasan Kalidoni, Sako Kenten, Gandus, Kertapati, Jakabaring, dan Tegalbenangun. Sebab di kawasan itu masih terdapat rawa-rawa, lebak, dan anak-anak sungai atau kanal.

Komentar


Berita Terkait