25.10.2011 13:53:14 WIB
SEJUMLAH warga Palembang tidak menerima pembagian kondom gratis. Mereka menilai langkah itu sama saja denga melegalkan pelacuran di Palembang.
“Palembang bukan Bangkok. Palembang ini kota darussalam. Sampai saat ini pelacuran tetap dilarang, dan kita ini berusaha menghilangkan pelacuran. Lah, kok, justru membagikan kondom gratis. Itu sama saja dengan menyuruh orang melacur. Biarkan saja tidak ada kondom, biar tahu rasa orang suka melacur terkena penyakit HIV. Biar tahu rasa,” kata Marina, warga Bukitkecil, Palembang, Selasa (25/10/2011).
Pernyataan senada dikatakan Umar, warga Lorok Pakjo Palembang, “Itu ide gilo (gila). Memangnya pelacuran sudah terbuka apa di Palembang. Jangan mentang-mentang event international, kita jadi berubah seperti negara asing. Sudahlah, kalau para tamu memang ingin melacur gelap, ya, beli sendirianlah kondom itu. Kan banyak juga dijual di apotik,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya DPRD Sumatera Selatan mendukung penolakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Selatan terkait pembagian kondom gratis selama SEA Games XXVI. DPRD Sumsel meminta rencana pembagian kondom gratis dibatalkan. Penolakan HTI Sumsel itu dilakukan dalam aksi yang digelar Selasa (25/10/2011).
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palembang akan menyiapkan 200 gerai (outlet) kondom selama diselenggarakan SEA Games (SEAG) XXVI. Sebelumnya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan akan menyebarkan kondom gratis ke tempat-tempat berpotensi dan beresiko terjadinya penularan penyakit AIDS.
