26.05.2010 19:17:22 WIB
Oleh JONI OPUS
LANTARAN sering menjual barang dan sembako di rumah, dua bersaudara bertengkar dan berkelahi. Akibatnya sang kakak Abdul Maad (25), warga Desa Muara Niru, Kecamatan Rambang Dangku Muaraenim, Sumatra Selatan, tewas dibacok dengan parang oleh adik kandungnya Abdul Kholik (18), Rabu (26/05/2010).
Peristiwa dis iang hari itu berawal pertemuan kakak-adik di rumah orangtuanya. Mereka terlibat pembicaraan. Saat itu pelaku mencoba bertanya soal kabar kalau kakaknya sering menjual peralatan rumah tangga, termasuk sembako di rumah seperti beras.
Diduga sang kakak membantahnya, terjadilah pertengkaran yang akhirnya menjadi perkelahian di hadapan saudara dan orangtuanya. Dalam perkelahian tersebut Abdul Maad terkena bacokan parang adiknya yakni luka bacok di tangan kiri, telinga kiri nyaris putus, dan luka bacok kepala bagian belakang.
Selanjutnya warga mendengar keributan itu langsung membawa tubuh korban ke puskesmas Tebat Agung. Namun di tengah perjalanan nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Sedangkan tersangka setelah melihat kakaknya tergeletak bersimbah darah langsung melarikan diri ke dalam hutan. Kini pelaku dalam pengejaran petugas Polsek Rambang Dangku, Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Yohanes Suharmanto Sh Sik menjelaskan kepada pers di Muaraenim, pihaknya telah mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan dan saksi mata diduga kuat pelakunya adalah adiknya sendiri.
Ada pun motifnya diduga tersangka kesal dengan ulah korban yang sering menjual barang yang ada didalam rumah seperti beras dan lain-lain. Selama tersangka merasa bersusah payah bekerja mencari uang untuk membantu kedua orangtua mereka, namun ternyata kakaknya yang sudah malas-malasan bekerja malah sering menjual barang di rumah.
