03.08.2011 03:31:30 WIB
Oleh Putra Kurusetra
PERNYATAAN Marzuki Alie yang ingin membubarkan KPK, menuai banyak kritikan dan hujatan. Bukan hanya bagi dirinya, juga DPR dan Partai Demokrat (PD). Tapi jangan dimengerti sebagai ungkapan begitu saja. Pernyataan Marzuki Alie merupakan kalimat ironi yang biasa diucapkan atau dinyatakan wong Palembang.
“Bukan buat membela Marzuki, tapi wong Palembang yang biasa saya temui sering mengungkapkan kalimat seperti itu. Ironi. Artinya di balik kalimat itu ada nasehat atau pesan baik, yang artinya justru
sebaiknya,” kata pengamat sastra dan bahasa dari Universitas Indonesia Maman S. Mahayana, yang dihubungi pers di Palembang, Selasa (02/08/2011) malam.
Satu hal yang dilupakan Marzuki, kata Maman, dirinya seorang Ketua DPR, sehingga kalimat yang disampaikannya didengarkan seluruh rakyat Indonesia, yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, yang mana dalam berkomunikasi pun ada perbedaan dalam mengungkapkan dan
memahaminya.
Maman pun mengingatkan, bagaimana orang sering salah memahami kalimat-kalimat yang sering diungkapkan almarhum Abdurrachman Wahid, “Dulu kalimat Gus Dur juga sering dipotong-potong dalam memahaminya. Padahal dalam mengungkapkan sesuatu, Gus Dur sering menyampaikan
secara ironi. Ini suatu kebiasaan yang lahir dari latar belakang budayanya,” kata Maman.
Oleh karena itu, Maman menyarankan agar para pemimpin bangsa di Indonesia untuk sesering mungkin melakukan silahturahmi etnik. “Ini persoalan besar. Ini menunjukkan kita gagal memahami bagaimana tiap etnik memiliki gaya bicaranya masing-masing. Pers yang baik yakni pers yang multietnik, sehingga dapat memahami gaya bahasa para pejabat di Indonesia, sehingga setiap berita yang dibuat melalui proses perdebatan dan pemahaman yang mendalam,” kata Maman.
Sekali lagi, kata Maman, Marzuki Alie harus sadar dirinya adalah seorang pimpinan dewan, sehingga dalam berkomunikasi dia harus memahami multietnik di Indonesia. “Dia bukan hanya bicara dengan wong Palembang. Saya yakin kalau dia ngomong di Palembang, hal itu akan dimengerti sebaliknya,” kata Maman.
