29.04.2011 01:25:19 WIB
Oleh Putra Kurusetra
SELAIN buah duku, Sumatra Selatan sangat terkenal dengan buah durian. Saat ini Palembang dibanjiri buah durian. Tapi sulit sekali ditemukan buah durian asal Ujanmas, Kabupaten Muaraenim. Buah durian asal Ujanmas dikenal manis, harum, dan dagingnya tebal. Tapi itu dulu, kini sulit sekali mencari durian Ujanmas.
“Banyak pohon durian di Ujanmas dan sekitarnya yang usianya puluhan hingga ratusan tahun, yang menghasilkan buah durian yang enak, kini sudah mati. Penyebabnya oleh aktifitas perkebunan dan pabrik bubur kertas PT Tanjungenim Lestari (TEL) dan penambangan batubara,” kata Syamsul Bahri Radjam, seorang aktifis lingkungan hidup dari Wiqwam, yang juga penggemar buah durian, dalam sebuah perbincangan di Palembang, Kamis (28/04/2011) malam.
Menurut Syamsul, yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, pohon-pohon durian yang mati itu umumnya tertimbun lumpur dari aktifitas penambangan batubara maupun PT TEL, “Pada saat musim kemarau, lumpur yang menimbun tanah yang mana ditumbuhi pohon durian mengeras, sehingga pohon-pohon itu rusak dan mati, lantaran kekurangan air atau lembab. Pohon durian itu senang tumbuh di daerah rendah dari sebuah kawasan,” ujarnya.
Dijelaskan Syamsul, pada saat musim durian seperti sekarang ini, biasanya menjadi ajang silahturahmi keluarga. “Lantaran ini buah tahunan, jika musim durian datang, warga di dusun yang memiliki pohon durian akan dikunjungi keluarga dari Palembang, Jakarta, atau kota lain. Semacam pesta makan durian. Persis suasana mudik lebaran,” ujarnya, yang baru pulang dari Muaraenim, dan sangat kecewa pohon durian di sana sudah banyak yang mati atau gagal berbuah.
Selain itu, buah durian juga menjadi pemasukan tahunan para petani atau warga di Muaraenim. “Hasil dari penjualan buah durian ini biasanya digunakan buat membiayai sekolah atau pernikahan. Tapi kini pemasukan itu sulit sekali didapatkan warga di Muaraenim,” ujarnya.
Sebagai informasi, Palembang yang kini dibanjiri durian umumnya berasal dari luar Sumatra Selatan, seperti Bengkulu dan Jambi. Tingginya pasar durian di Palembang lantaran buah durian selain dimakan biasa, juga dijadikan bahan masakan atau makanan seperti tempoyak yakni fermentasi buah durian, tempoyak menjadi bahan masakan sambal, pindang ikan atau pepes ikan, kemudian makanan lempok yakni buah durian yang dijadikan dodol.
