09.04.2011 23:32:47 WIB
Oleh Dedy Pranata
PAKAR Gunung Api Dr. Surono atau dikenal sebagai Mbah Rono menyatakan dirinya paling takut dengan Gunung Dempo yang terletak di Pagaralam, Sumatra Selatan. Dia pun berharap Gunung Dempo tidak meletus dalam waktu dekat.
“Dempo gunung api aktif di Sumatra Selatan yang paling saya takuti, karena dengan 81 juta meter kubuk air danau kawah dengan pH kurang dari 1, seperti air aki atau batere,” kata pakar dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG)Kementerian ESDM, seperti yang dirilis Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Sabtu (09/04/2011).
Menurut Surono, letusan preatik Gunung Dempo pada 1 Januari 2009 masuk sungai, yang membuat banyak ikan mati.
Pihaknya kemudian merekomendasikan pada waktu itu tidak ada kamping dalam radius 1 kilometer dari danau kawah Dempo, yang mirip Kawah Ijen, yang mana fluornya tinggi, sehingga gigi masyarakat di sekitarnya habis pada usia 20-an tahun.
Menanggapi pernyataan Mbah Rono ini, Andi Arief menghimbau agar badan geologi dan PVMBG segera meriset dan monitor kandungan gas di kaldera-kaldera tua di Indonesia.
“Sebetulnya tahun 2002 Pak Soerono bersama profesornya, pernah mengajukan riset ini ke PBB, tetapi ditolak karena menganggap Indonesia dapat membiayai dan mampu melakukan sendiri. Belum terlambat apabila dalam rangka mitigasi, Badan Geologi dan PVMBG melanjutkan niatan mulia itu. Tanpa riset, kita tidak akan mampu berbuat banyak dalam mitigasi,” ujarnya.
Selain itu pengamatan pada gunung Toba, Krakatau, Tambora, Merapi dan lainnya, tetap serius. “Letusan Tambora 1815 diyakini mengalahkan kejayaan tentara Napoleon, karena Eropa tidak ada musim panas, gagal panen, terjadi kelaparan hebat akibat bencana itu. Saat ini para ahli Eropa paling bersemangat mempelajari dampak Tambora di jaman modern, bisa dibayangkan tanpa panen dan pesawat terbang off semua, bisa membuat krisis multi dimensi di dunia. Kita wajib mewaspadainya,” kata Andi.
