Peristiwa

Ada Korban yang Terkena Peluru Tajam

coba

27.04.2011 16:39:27 WIB

Oleh Putra Kurusetra

KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang ditemukan Komnas HAM bahwa ada korban jiwa bentrokan berdarah di Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, beberapa hari lalu, yang terkena peluru tajam.

“Polda Sumsel juga menyatakan tidak ada penggunaan senjata dalam bentrokan tersebut,” kata Wakil Ketua Komnas HAM Nurkholis, di sebuah rumah makan di Palembang, Rabu (27/04/2011). “Namun Polda Sumsel berjanji akan melacak informasi yang didapatkan Komnas HAM tentang adanya korban jiwa yang terkena peluru tajam,” ujar Nurkholis.

Sementara korban jiwa, hasil penelusuran Komnas HAM selama dua hari Kayuagung dan Palembang, sebanyak tujuh orang. Dua korban dari masyarakat, dan lima korban dari pihak perusahaan.

Kesimpulan sementara lainnya, lanjut Nurkholis, Pemerintah Ogan Komering Ilir (OKI), sudah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi dan mencegah konflik antara warga dengan PT SAW. “Mereka sudah melakukan upaya yang keras sejak dini dalam mengatasi konflik antara warga dengan PT SAW,” ujarnya.

Saat ini, kata Nurkholis, pihaknya masih melakukan pelacakan terhadap kehadiran Pam Swakarsa di lokasi perkebunan yang kabarnya dipekerjakan oleh perusahaan. “Kami akan bertemu dengan pihak perusahaan sore ini, dan kami akan mempertanyakan soal kehadiran Pam Swakarsa, sebab bentrokan berdarah itu berdasarkan informasi dan data sementara dimulai dari aksi pembunuhan yang dilakukan Pam Swakarsa terhadap warga,” ujarnya.

Tentang Pam Swakarsa ini, lanjut Nurkholis, Polda Sumsel mengaku tidak mengetahuinya. “Artinya tidak ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan kepolisian terkait kehadiran Pam Swakarsa di lokas perkebunan yang tengah dipanen perusahaan,” lanjutnya.

Terhadap kasus tersebut, untuk sementara Komnas HAM menduga adanya pelanggaran HAM serius. “Tapi kita masih terus mencari data dan faktanya,” katanya.

Komentar


Berita Terkait