23.01.2010 19:25:23 WIB
Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA
"ANGIN telah siap menghembus tubuh setiap pembacanya," sebab hari ini sabtu (23/01/2010) novel "Angin" karya Toton Dai Permana diluncurkan di Aula STISIPOL Candradimuka, Jalan Swadaya, Jalan Basuki Rahmat, Palembang.
Peluncuran ini ditandai dengan pemberian novel "Angin" kepada bapak Ismail Djalili, seorang budayawan, dan Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Sapri H.Nungcik (staf ahli gubernur), dan Toton Dai Permana penulis novel "Angin".
Setelah pemberian novel, rangkaian acara selanjutnya adalah penandatanganan MOU, kerja sama antara Penulis, Penerbit Institut Jurnalistik Palembang (IJP), dan Stispol candradimuka.
"Bila satu episode telah lewat tak usah lagi kau lawat. Dia akan tumbuh bagai bunga tanpa kau pinta dia akan mekar bagai mawar tanpa kau sadar hidup cuma menjalani takdir telah tertulis sejak kau lahir mengalir bagai air aku ingin abadi di Musi menjadi bagian dari penyair nanti menjadi misteri sampai kau mati," satu penggalan puisi dalam novel "Angin" yang dibawakan oleh Rejung Pesirah dengan musikalisasinya.
Lalu penampilan monolog yang mengambil penggalan cerita novel "Angin" yang dimainkan Jaid Saidi.
“Rimba. Lelaki pertama yang meniduriku. Kekasih masa lalu, yang mengajarkanku bagaimana seharusnya bercinta. Lelaki yang membimbingku terbang ke angkasa dengan sayap-sayap mimpi..."
Diskusi pembedahan Novel yang dimoderatori oleh Imron Supriyadi, dengan Narasumber A. Rapanie Igama, dan Arif Ardiansyah.
