01.08.2011 02:18:51 WIB
JAUH sebelum Islam mengajarkan setiap muslim wajib menunaikan puasa, sebenarnya manusia sudah melakukan puasa. Tujuan puasa selain bertujuan mengendalikan nafsu, juga sebagai ruang buat menemukan kedekatan dengan Tuhan. Ternyata bukan hanya manusia yang berpuasa, binatang juga melakukannya.
Para filsuf Yunani, misalnya, menganjurkan para pengikutnya melakukan puasa. Puasa dinilai sebagai upaya menyelami hakikat sebagai seorang manusia.
Kemudian bangsa Romawi, sebelum melakukan perang para tentaranya melakukan puasa demi mendapatkan kemenangan. Sementara suku-suku Indian di benua Amerika melakukan puasa demi mempertajam penglihatan gaib dan mendapatkan ilham.
Di Mesir purba, puasa dianggap sebagai salah satu bentuk penembusan atas kesalahan yang telah dilakukan.
Sedangkan bangsa Yahudi melakukan puasa ketika bersiap melaksanakan tugas keagamaan, saat berduka, serta menghadapi kesulitan hidup sebagai bentuk pertobatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bahkan, umat Kristen pun—meskipun tidak ada perintah di Alkitab—melaksanakan puasa sebagai bentuk melepaskan diri dari keterikatan duniawi.
Kemudian para pendeta Hindu melakukan puasa setiap kali menghadapi sebuah upacara keagamaan. Lalu biksu-biksu Budha sering melakukan puasa dalam rangka introspeksi diri.
Dan, yang lebih penting, hewan atau binatang juga menjalankan puasa. Ayam puasa selama mengerami telur. Ular berpuasa demi menjaga kesehatan kulitnya. Beruang berpuasa selama musim dingin. Ulat berpuasa selama menjadi kepompong hingga menjadi kupu-kupu.
Dengan fakta-fakta di atas, membuktikan puasa mendatangkan kebaikan bagi manusia dan seluruh ciptaan Tuhan di dunia ini. Jadi, tampaknya tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak menunaikan ibadah puasa, kecuali tidak mampu karena sakit atau dalam berpergian jauh.
