Pariwisata

Pempek Dicicipi Masyarakat Milan, Italia

coba

12.04.2010 07:23:04 WIB

MAKANAN Pempek kian go international. Pada Festival Jajanan Makanan Indonesia di Milan, Italia, pada 9 Mei 2010 mendatang, Pempek menjadi andalan Indonesia pada festival itu.

Festival kuliner ini akan menjadi awal dari prosesi yang akan digelar secara regular. Jika sukses, festival yang berformat bazar jajanan ini akan menjadi agenda rutin setiap bulannya.

“Konsepnya sederhana, yakni mengenalkan masakan asli Indonesia ke masyarakat lokal (Milan),” kata Sekretaris Perkumpulan Indonesia Italia, Narti Yunarti, di Milan, kepada jurnalis Angiola Harry, seperti yang dikutip wisataloka.com. belum lama ini.

Selama ini, animo masyarakat Milan terhadap makanan Indonesia cukup tinggi. Diantara makanan yang menjadi popular adalah rendang. Makanan asal Sumatera Barat ini diterima oleh lidah orang Milan. Selain rendang, nasi goreng juga menjadi favorit.

“Mereka senang dengan rasa rendang yang pedas dan gurih, serta nasi goreng yang menurut mereka rasanya eksotik,” ujar Narti.

Selain rendang dan nasi goreng, warga lokal, demikian Narti menyebut orang Milan, juga senang dengan masakan gorengan, seperti bakwan serta variannya. Bagi warga Milan yang senang berwisata kuliner, masakan Indonesia mendapat tempat tersendiri di hati mereka.

Tingginya animo masyarakat Milan terhadap masakan asli Indonesia kemudian memacu semangat Narti beserta perkumpulannya untuk menyelenggarakan festival kuliner. Konsepnya sederhana, yakni mengenalkan masakan asli Indonesia ke masyarakat Milan.

Salah satu jenis kuliner yang akan dikenalkan dalam festival adalah Pempek. Mengingat animo yang sudah ada terhadap makanan Indonesia, ia yakin Pempek juga akan menjadi favorit masyarakat Milan.

“Yang akan kita tampilkan 9 Mei nanti seperti makanan yang jarang atau bahkan tak pernah kita temui di sini, diantaranya pempek Palembang, otak-otak, dan beberapa makanan lainnya,” kata Narti.

Narti berharap, upayanya ini akan mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia yang tinggal di Milan. Apalagi acara ini adalah untuk yang pertamakalinya digelar.

“Belum pernah (festival ini diadakan) sebelumnya. Maklum, sebelum tahun ini, perkumpulan kami belum diakui kedutaan Indonesia di Roma,” paparnya.

Foto: www.palembangbox.com

Komentar


Berita Terkait