20.12.2009 20:58:04 WIB
Oleh FIRMAN SATRIA
BEGITU banyak sisa peninggalan kerajaan Sriwijaya, seperti bangkai kapal, di Sumatra Selatan. Salah satunya di Desa Samirejo, kecamatan Mariana, kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Menuju lokasi situs yang berada di tanah milik Mbah Jana atau Nurjanah (70) ini, tidak ada tanda atau petunjuk lokasinya.
Tim ekspedisi Tandipulau, Sabtu (20/12/2009), hanya mengandalkan informasi dari sejumlah jurnalis yang pernah ke lokasi ini. Sementara masyarakat di Mariana, hanya sebagian yang mengetahui mengenai situs kapal yang ditemukan pada tahun 1990-an awal.
Menuju ke lokasi situs, tim harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari muka Desa Samirejo.
Sebelum melihat lokasi, tim bertemu dengan Mbah Jana si pemilik lahan.
Saat di lihat, lokasi ditemukannya kapal itu berupa rawa. Tapi terlihat pula jalur sungai yang pernah mengalir di rawa-rawa tersebut. Bangkai kapal itu terkubur persis di bawah pohon pule ini sejak tahun 1994 agar tidak mengalami kerusakan.
Bangkai kapal yang ditemukan diperkirakan perahu kuno dari masa 610-775 Masehi. Pertanggalan itu diperoleh dari uji karbon (C-14) atas sembilan papan kayu dan sebuah kemudi sepanjang 23 meter.
Di tempat ini pula, konon pernah ditemukan mangkuk keramik dan tempayan dari Dinasti Yuan (1279-1368), pecahan manik-manik, pecahan bahan kaca, bahkan emas.
