12.11.2009 16:59:27 WIB
Oleh SIGID WIDAGDO
“Emak nabung lima tahunan baru dapet 5 juta, biar cukup 20 juta musti nabung 15 tahun lagi, masih ada umur gak ya ?,” Emak, yang diperankan Aty Kanser dalam film ’Emak Ingin Naik Haji’, tengah menghitung tabungannya untuk naik haji.
Emak, seorang wanita paruh baya yang juga sama seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah Rukun Islam yang kelima yaitu pergi haji, seperti yang setiap tahun selalu dilakukan oleh Haji Sa’un, yang diperankan Didi Petet, seorang saudagar kapal tetangga deat Emak yang kaya raya.
“Perasaan baru kemaren Haji Sa’ut naik haji, udah mau naik haji lagi”. Emak yang kebagian pesanan kue apem untuk syukuran Haji Sa’un yang akan umroh untuk ke enam kalinya. Emak, seorang janda yang ditinggal mati suami dan anak sulungnya, memang hanya bergantung pada hasil jualan kue yang dititipkan di warung atau pesanan orang yang mengadakan syukuran.
Lain lagi dengan Pak Joko, seorang pengusaha yang berambisi menjadi wali kota. Dia membutuhkan titel haji di depan namanya untuk menarik simpatik masyarakat. "Pemilih di daerah sana mayoritas muslim kental, Pak, jadi kalau haji, lebih meyakinkan," kata sang sekretaris yang diperankan Cut Memey.
Film yang dirilis hari ini Kamis (12/11/2009) untuk di jakarta, sedangkan di luar Jakarta, Jumat-Sabtu (13-14/11/2009) merupakan keluaran Mizan Production disutradarai Aditya Gumay diangkat dari dari buku Asma Nadi dengan judul yang sama “Emak Ingin Naik Haji”.
Aditya menyuguhkan tiga perbandingan perihal motivasi masing-masing orang pergi ke Tanah Suci. Keluarga saudagar yang melaksanakan haji sebagai rutinitas, emak yang sungguh rindu Rumah Allah, dan si pengusaha yang cuma butuh gelar. Aditya melakukan sejumlah modifikasi terhadap cerita asli, misalnya memunculkan tokoh baru hingga ending yang berbeda dari cerpen Asma.
“Selama ini Kabah hanya ada di ujung lidah, dalam niat. Tiba-tiba kita lihat Kabah, dalam kondisi masih hidup, nyawa, ruh, jasad kita masih ada. Allahuakbar”.
“Raga emak mungkin tidak mampu menyebrangi lautan yang luas, tapi emak yakin, Allah pasti tau, hati emak sudah lama ada di situ”.
