Menjawab Harapan Keluarga

RS Siloam Surabaya
SELAIN dikenal sebagai rumah sakit spesialis jantung dan syaraf, Siloam Hospital (RS Siloam) ternyata juga jadi rujukan pasangan suami istri yang tidak dikaruniai anak, dan berminat mendapatkan melalui bayi tabung. Adalah RS Siloam Surabaya yang menorehkan prestasi sebagai rumah sakit yang spesialis program bayi tabung.

Yang dilayani RS Siloam Surabaya hanya pasangan suami istri, sperma yang dipergunakan untuk membuahi sel telur harus dari pasangan suami istri, bukan orang lain. Berdasarkan data, yang datang berkonsultasi bukan hanya pasangan suami istri dari dalam negeri tapi juga luar negeri.

Ada yang berasal dari Singapura, Filipina, Australia, Kanada dan Prancis. Lalu mengapa mereka jauh-jauh datang ke Indonesia, apakah karena mereka bertugas di sini? “Mereka sengaja datang karena tahu ada informasi jika kasus yang dialaminya bisa ditangani di Surabaya,” jelas Chief Executif Officer (CEO) Siloam Hospital Surabaya dr Jongky Surjadibrata, saat bertemu sejumlah wartawan dari Palembang, Kamis (21/07/2011).

Dikatakan setiap hari rata-rata sekitar 30 pasangan suami istri berkonsultasi dengan Tim Bayi Tabung Siloam Surabaya. Setiap tahun tim melakukan operasi program bayi tabung sebanyak 300 kali. “Tingkat keberhasilannya 46 persen,” katanya.

Program bayi tabung di Siloam Surabaya ini sudah dimulai 1995. RS Siloam memang bukan bangunan baru, karena Grup Lippo membeli rumah sakit itu dari RS Budi Mulia. Seperti diketahui RS Budi Mulia adalah rumah sakit ibu dan anak yang mengembangkan program bayi tabung sejak lama. ketika diakuisisi oleh Lippo pada 2002, program bayi tabung ini diteruskan.

Malik, salah satu bekas pasien mengungkapkan dia sudah melakukan program bayi tabung tiga kali. “Yang ketiga berhasil di Siloam Surabaya, alhamdulillah,” kata Malik seraya menyebut anaknya hasil bayi tabung kini berusia satu tahun.

Jongky mengungkapkan biaya mengikuti program bayi tabung sampai berhasil sekitar Rp 50 juta termasuk kamar rawat inap setelah operasi bayi tabung. “Kami memang memiliki tim dokter program bayi tabung yang terus meng-update teknologi bayi tabung ini,” jelasnya seraya mengungkapkan sejumlah pejabat, pengusaha dan public figure lainnya menjalani progam bayi tabung di Siloam Surabaya.

UGD Siaga
Berdasarkan pengamatan, satu hal lagi yang merupakan keunggulan Siloam yakni Unit Gawat Darurat (UGD) yang siaga. Pertama, UGD dilengkapi mobil ambulans, bahkan, di Siloam Lippo Village dilengkapi heli ambulans. Heli dipergunakan untuk monolong pasien yang terjebak kemacetan, atau domisilinya jauh. Baik heli maupun mobil ambulan dilengkapi peralatan kesehatan sehingga jadi rumah sakit berjalan.

Kedua ada nomor panggilan darurat dibikin seragam yakni 911 (mirip hotline pengaduan masyarakat di Amerika Serikat), kalau di Siloam Lippo Village dibikin 021500911 sedangkan di Siloam Surabaya 0319111.

Baik Andrey maupun Jongky sepakat maksimal 3 menit, mobil ambulans harus keluar dari rumah sakit untuk menjemput di bandara.

Ketiga, dokter jaga harus mengerti protap untuk menangani penyakit paling serius. “Misal pasien jantung masuk, dokter jaga lalu memeriksa dan kontak dengan dokter spesialis. Kalau penyakitnya parah langsung disiapkan operasi,” kata Jongky.

Khusus untuk jantung, Siloam memiliki patokan 90 menit pertama, pasien wajib dioperasi jika parah. Begitu juga stroke, juga mendapat perhatian. “Karena kalau terlambat, pasien bisa tak tertolong lagi, “ tambahnya.

Dokter jaga juga bukan koas atau dokter muda. Dokter jaga orang orang yang terlatih. Paling tidak dokter jaga bisa menangani penyakit dan diagnose serta melaporkan ke dokter spesialis.