KH. Maimoen Zubair Sampaikan Ceramah di Universitas Maroko

KH. Maimoen Zubair pimpinan Ponpes Al-Anwar Sarang menyampai
KH. Maimoen Zubair pimpinan Ponpes Al-Anwar Sarang menyampaikan ceramahnya di Fakultas Sastra dan Humaniora, Universitas Ibnu Tofail (UIT), Kenitra (30 km dari Rabat), Maroko, pada tanggal 14 September 2011. Ulama kharismatis yang akrab disapa dengan panggilan Mbah Maimoen itu memberikan ceramah yang berjudul “Perkembangan dan Kemajuan Islam di Indonesia“.

Dalam ceramah yang menggunakan bahasa Arab, Mbah Maimoen menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia sejak awal hingga saat ini serta peran ulama Timur Tengah terutama Maroko dalam menyebarkan dakwah Islam di Indonesia. “Masyarakat muslim Indonesia sesungguhnya mencintai Maroko secara zohir dan batin sejak dahulu kala”, ujar Mbah Maimoen dengan penuh semangat di usianya yang telah cukup sepuh. Mbah Maimoen menjelaskan bahwa masyarakat di Indonesia mengenal Maroko sejak Ibn Batutah pengelana muslim termasyhur menginjakkan kaki di Nusantara. Dan hingga saat ini kitab-kitab ulama Maroko menjadi pelajaran wajib bagi pesantren-pesantren di Indonesia seperti kitab dasar Nahwu (gramatikal) bahasa Arab Al Ajurrumiyah karya Imam Sonhaji dan kitab amalan harian Dalalil Al Khairat karya Imam Jazuli dipakai oleh mayoritas muslim di Indonesia. ”Hubungan Indonesia-Maroko sesungguhnya seperti hubungan murid dan guru” ungkap beliau lagi.

Pada sesi tanya jawab, para hadirin banyak mengungkapkan kekaguman mereka terhadap islam di Indonesia yang menjadi contoh nyata Islam yang moderat dan mampu berdialog dengan kemajuan zaman serta berhasil membangun teknologi dan menjadi kekuatan ekonomi dunia yang diperhitungkan. ”Maroko dengan ulama-ulamanya mungkin telah ikut berperan bagi Islam di Indonesia pada awal penyebarannya, tapi saat ini Maroko butuh peran Indonesia untuk dapat saling belajar dan bertukar pengalaman dengan segala kemajuan yang telah dicapai Indonesia, terlebih lagi Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia saat ini”, ungkap Prof Dr. Mariam Ait Ahmed dari UIT yang memimpin forum ceramah tersebut.

Forum yang terselenggara berkat kerjasama KBRI Rabat dengan UIT ini di hadir oleh Duta Besar RI untuk kerajaan Maroko Tosari Widjaja dan Ibu, Rektor UIT Prof. Abderrahmane Tenkoul, Dekan Fakultas Sastra & Humaniora Prof. Dr. Abdelhanine Belhaj, Ketua Program Studi Islam Prof. Dr. Salam Abrich, para staf KBRI Rabat, dosen, mahasiswa dari berbagai fakultas di UIT serta Pehimpunan Pelajar Indonesia di Maroko.

Di akhir forum Mbah Maimoen menerima cinderamata penghargaan dari Dr. Ahmed El Mahmoudi berupa kitab Tasawuf Al Durroh Al Kharidah Syarh Al Yaqutah Al Faridah karangan ulama Maroko Muhammad Abdul Wahid As Sousi.

Dalam kunjungan Muhibbah pertama kalinya ke Maroko ini, Mbah Maimoen akan bertemu Sekjen Majli Ilmy (Majlis Ulama) Maroko Prof. Dr. Ahmed Yesif, Mursyid Agung Toriqoh Tijaniyah Syekh Syarif Mohamed Al Kabir Al Tijani, kunjungan ke Kampus Taklim Al Atiq Imam Nafi di kota Tanger serta mengadakan diskusi dengan sejumlah ulama Maroko lainnya. (rls)