Keluarga Gayo Sumatera Utara (KGSU) mencanangkan pendirian Rumah Baca Gayo di Medan. Pendirian Rumah Baca itu diharapkan akan menjadi ’Pustaka Gayo’ yang akan mengumpulkan berbagai buku dan catatan sejarah Gayo yang selama ini menyebar dibanyak tempat. Bila Rumah Baca ini dapat diresalisasikan diharapkan dapat menjadi membantu warga Gayo Aceh, memahami dan mempelajari sejarah dan kebudayaan Gayo.
Demikian dijelaskan Ketua KGSU Dr. Sukiman UR M.Si dan Sekretaris Syaiful Hadi J.L kepada wartawan di Medan, Jumat (7/10). Katanya, pencanangan yang dilakukan bersamaan dengan silaturrahim Keluarga Gayo yang ada di Medan dan sekitarnya pada akhir Sepetember lalu merupakan program kerja KGSU periode 2011-2015. Dr. Sukiman berharap rencana ini akan kendapat dukungan penuh dari warga Gayo di Medan mau pun yang ada di perantauan. Beberapa tokoh Gayo yang ada di Medan secara simbolis menginfaq-kan buku koleksinya untuk menjadi investaris Rumah Baca Gayo.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar menyambut baik rencana pendirian Rumah Baca Gayo itu. Pihak pemerintah Bener Meriah akan memberikan dukungan agar upaya pendokumentasi serta upaya menumbuhkan minat baca warga Gayo menjadi lebih baik.
Silaturrahmi masyarakat Gayo Sumatera Utara di Medan itu dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Tagore Abubakar dan Sekda Bener Meriah T. Islah Bardan, Mantan Rektor Unimed ( d/h IKIP) Prof. Yoenoes Alim, serta beberapa tokoh-tokoh Gayo yang ada di Medan, Selain pencanangan Rumah Baca Gayo juga dilakukan dua kegiatan budaya, yakni orasi budaya yang disampaikan oleh Dr. Fikarwin Zuska serta pemutaran film dokumentar ” RADIO RIMBA RAYA”.
Dua kegiatan kebudayaan itu, memberi warna yang berbeda dengan kegiatan silaturrahinm yang biasa dilakukan. Orasi budaya yang sangat menarik, diharapkan dapat dijadikan tradisi sehingga masyakat Gayo di Medan dapat memahami lebih dalam akar budaya Gayo serta perubahaan yang terjadi. Demikian juga dengan pemutaran film dokumenter ”Radio Rimba Raya” karya cineas muda Gayo, Ikmal Gopi, telah memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap peran Gayo dalam proses kemerdekaan negeri Republik Indonesia.
Dua kegiatan lainnya adalah trasyakuran atas dilantiknya Dr. Sukiman UR M.Si menjadi Dekan Fakultas Usuluddin, IAIN Sumatera Utara serta pelepas dan doa atas berangkatnya beberapa warga Gayo di Medan dalan menunaikan ibadah haji. (*)
