Sastra

Palembang, Prasasti Sriwijaya Hingga Syair Perang Menteng

Palembang, Prasasti Sriwijaya Hingga Syair Perang Menteng

PALEMBANG merupakan kota tertua di Indonesia, sehingga Palembang memiliki sejarah kebudayaan yang panjang. Meskipun begitu, berdasarkan catatan sejarah yang direproduksi di Indonesia, Palembang tidak memiliki peranan penting dalam perkembangan sastra di Nusantara.

Berita Foto

Salah Satu Pohon Tua di Palembang

  • coba
  • coba
  • coba
  • coba
  • coba

SEBAGAI kota tua, seharusnya Palembang memiliki banyak pohon berusia tua. Tapi ternyata hal itu sulit ditemukan, kalaupun ada umumnya pohon yang ditanam di lingkungan perumahan yang ditanam di masa kolonial Belanda, yang usianya berkisar 100 tahun. Salah satu pohon yang diperkirakan berusia tua, yakni sebuah pohon yang tumbuh di samping instalasi PDAM Tirta Musi di Lemabang, 3 Ilir, Palembang. Pohon ...

Advertorial

Imlek 2562, Telkom Berikan Tarif Khusus Percakapan Internasional

Imlek 2562, Telkom Indonesia

Menyambut hari raya Imlek ke 2562 Telkom ikut memeriahkannya dengan cara memberikan harga khusus percakapan internasional layanan TelkomGlobal 01017 ke 8 (delapan) negara, yaitu Singapore, Hongkong, China, USA, Canada, Malaysia, Korea Selatan dan Taiwan.

Kolom

Jejak Kecil Abdul Rozak, Sang Pahlawan

Jejak Kecil Abdul Rozak, Sang Pahlawan

SAAT gencatan senjata atau sehari setelah “Perang Lima Hari Lima Malam’, tepatnya 6 Januari 1947, dengan menggunakan sebuah perahu, Abdul Rozak beserta keluarga menyusuri sungai Jeruju, dari rumah Demang Zainuddin Juragan, di kawasan Kenten, Palembang. Di masa kekinian, lokasi rumah tersebut di dekat lapangan golf Kenten. Saat menyeberangi sungai Musi, menuju kawasan 10 Ulu, banyak tentara Belanda yang berpatroli di sungai Musi menggunakan perahu. Laju puluhan perahu tentara Belanda itu, membuat perahu yang ditumpangi Abdul Rozak terombang-ambing oleh ombak seirama detak jantung para penumpangnya.

Novel

ANGIN

ANGIN3

TOTON Dai Permana bagi masyarakat Palembang bukan sosok yang asing. Di tahun 1980-an akhir hingga pertengahan 1990-an, sebelum maraknya TV swasta seperti saat ini, hampir semua warga Palembang menikmati sinetron atau drama produksi TVRI Stasion Palembang dan TVRI Pusat. Nah, karya-karya Toton selalu menghiasi layar kaca tersebut. Selain menulis dan menyutradarai sinetron, Toton juga lama menggarap teater panggung, dan menulis sastra, khususnya naskah drama, sajak, dan cerpen. Semua itu dilakukannya bersama Teater 707. Nah, selama dua tahun terakhir ini dia pun menulis sebuah novel. Novel perdananya ini berjudul ANGIN. Sebuah novel realis, yang menggambarkan kehidupan seorang penyair bersama mimpinya di tengah realitas kehidupan sosial masyarakat Palembang.

Musi Channel
  • Bertahan dengan Rokok Pucuk

    SAAT ini begitu banyak produksi rokok kretek atau filter yang diproduksi industri rokok. Baik nasional maupun international. Lalu, bagaimana dengan produksi rokok tradisional, seperti rokok pucuk? Masih bertahankah?
    ...

  • Anak-Anak dari Dusun

    Oleh FLORENCIA MARCELINA RAMADHONA

    SAMA seperti anak-anak di kota Palembang yang menetap di tepian sungai Musi, anak-anak dusun di Sumatra Selatan, juga menikmati masa kecilnya dengan mandi ...

  • Agen Pempek Keliling

    DAPAT dikatakan hampir setiap hari, wong Palembang, akan makan pempek. Terutama pagi dan sore hari. Makanan dengan bahan baku sagu, daging ikan, yang kemudian dimakan setelah direbus atau digoreng bersama ...

Tokoh

Beni Hernedi Dipilih Karena Kemampuan Memimpin

musi/tokoh/Beni_dan_Keluarga_2.jpg Beni Hernedi Dipilih Karena Kemampuan Memimpin

CITA-citanya memang ingin menjadi pemimpin rakyat. Tapi dia samasekali tidak menyangka kesempatan itu datang lebih cepat. Apalagi dia belum memiliki dana yang cukup buat membiayai kampanye sebagai calon kepala daerah. ...